Sapa Warga Lewat Radio, Polisi Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas Untuk Keselamatan

Sapa Warga Lewat Radio, Polisi Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas Untuk Keselamatan

SITUBONDO – Memasuki hari kedua Operasi Keselamatan Semeru 2026, Satlantas Polres Situbondo terus masifkan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran tertib berlalu lintas. Kali ini, jajaran kepolisian menyapa masyarakat melalui siaran radio dalam acara "Gendang Pagi" di Radio Bhasa 93,1 FM Situbondo, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan talk show interaktif ini dipandu oleh penyiar Medina dan menghadirkan Ps. Kanit Kamsel Satlantas Polres Situbondo, Aipda Cahya Firmansyah, bersama anggota Satgas Preemtif lainnya sebagai narasumber. Mengusung tema "Tertib Berlalu Lintas sebagai Modal Pertama Mendapatkan Keselamatan di Jalan Raya", sosialisasi ini bertujuan mengedukasi masyarakat terkait tertib berlalu lintas untuk keselamatan pribadi dan orang lain.

Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc., melalui Kasat Lantas AKP Nanang Hendra Irawan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa media radio masih menjadi sarana yang efektif untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat Situbondo hingga ke pelosok desa.

"Melalui siaran radio ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa keselamatan di jalan bukan hanya soal menghindari tilang, tapi merupakan kebutuhan dasar setiap pengendara. Tertib berlalu lintas adalah langkah awal untuk pulang ke rumah dengan selamat," jelas AKP Nanang.

Dalam siaran tersebut, Aipda Cahya Firmansyah memaparkan sasaran prioritas Operasi Keselamatan Semeru 2026, mulai dari larangan penggunaan knalpot brong, pentingnya helm standar, hingga bahaya menggunakan ponsel saat berkendara.

Petugas juga membuka ruang tanya jawab bagi pendengar yang ingin berkonsultasi seputar aturan lalu lintas. Tak hanya lewat siaran radio, anggota Satlantas juga melakukan aksi nyata dengan membagikan brosur edukatif kepada warga dan pengendara di sekitar area kantor Radio Bhasa FM.

"Langkah proaktif ini dilakukan agar pesan keselamatan dapat diterima langsung oleh masyarakat luas. Harapannya melalui upaya edukasi yang masif, angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan dan masa mudik Lebaran mendatang." pungkas AKP Nanang.