Forkopimda Perkuat Soliditas Kamtibmas Lewat Safari Ramadan di Mapolres Situbondo

Forkopimda Perkuat Soliditas Kamtibmas Lewat Safari Ramadan di Mapolres Situbondo

SITUBONDO – Keamanan dan kenyamanan warga Situbondo dalam beribadah di bulan suci Ramadan menjadi prioritas utama para pemimpin daerah. Hal ini tercermin dari kuatnya sinergitas jajaran Forkopimda yang hadir lengkap dalam agenda Safari Ramadan di Mapolres Situbondo, Senin malam (23/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc., Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wakil Bupati Ulfiyah, Dandim 0823 Letkol Inf Tri Wiratno, Ketua DPRD Mahbub Junaidi, Kajari Nurvita Kusumawardani, Ketua Pengadilan Negeri Dr. Ngurah Suradatta Dharmaputra, hingga pimpinan TNI dari Dodiklatpur Letkol Inf. Billy A.P. Iskandar dan Puslatpurmar V Baluran Letkol Marinir Khairun Andi Sinaga.

Dalam sambutannya, Kapolres Situbondo AKBP Bayu Anuwar Sidiqie menekankan bahwa Safari Ramadan ini adalah wadah untuk mempererat silaturahmi sekaligus memastikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Ia menitipkan pesan khusus agar warga menjaga keamanan lingkungan secara mandiri.

"Mari kita jadikan momentum bulan suci ini untuk meningkatkan amal ibadah dan menjaga persatuan. Saya menitip pesan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama keamanan rumah saat ditinggal salat Tarawih. Hindari petasan dan balap liar yang bisa mengganggu ketenangan ibadah," ujar AKBP Bayu.

Ia juga menegaskan komitmen Polri untuk menjaga situasi tetap sejuk. Polres Situbondo berkomitmen penuh memberikan pelayanan terbaik. Segera laporkan ke pihak kepolisian atau TNI jika menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan masing-masing," tambahnya.

Acara yang berlangsung khidmat diawali salat Magrib dilanjutkan buka puasa dan tarawih berjamaah ini juga dihadiri Pengasuh Pondok Pesantren Sumber Bunga KH. Zainuri bin KH. Achmad Sufyan Miftahul Arifin. Dalam tausiyahnya, KH. Zainuri menjelaskan bahwa puasa adalah madrasah untuk melatih jiwa melalui rasa lapar.

"Puasa itu artinya Al-Imsak atau mengekang. Tidak hanya meninggalkan makan dan minum, tapi mengekang diri dari segala kejelekan. Kalau fisik ini dipaksa lapar, maka jiwa akan terlatih menjadi lebih baik dan peka," terang KH. Zainuri.

Beliau juga menambahkan sisi humanis dari ibadah puasa terkait kepedulian sosial. "Orang kalau lapar itu biasanya lebih mudah berbagi (dermawan) dan lebih mudah ingat pada nasib tetangganya. Inilah rahasia puasa, agar kita memiliki empati terhadap sesama," pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua MUI Habib Muhammad Bin Abubakar Al Muhdar serta Ketua PCNU KH. Muhyiddin Khotib, yang semakin mempertegas sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh agama dalam menjaga kamtibmas di Kabupaten Situbondo.