Gerak Cepat Tim Gegana dan Polres Situbondo Sterilkan Lokasi Ledakan Mercon demi Keselamatan Warga
SITUBONDO – Polisi bergerak cepat sterilkan TKP ledakan hebat yang menghancurkan sebuah rumah di Dusun Mimbo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih. Sejak Kamis pagi (19/2/2026), Tim Gegana Satbrimob Polda Jatim bersama jajaran Polres Situbondo telah menutup total akses menuju titik nol ledakan guna memastikan tidak ada ancaman susulan bagi masyarakat sekitar.
Langkah sterilisasi ini dilakukan dengan standar keamanan tinggi. Tim ahli penjinak bom (Jibom) menyisir setiap reruntuhan untuk mendeteksi sisa bahan peledak aktif sebelum tim Laboratorium Forensik (Labfor) dan Inafis masuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolres Situbondo, AKBP Bayu Anuwar Sidiqie, S.H., S.I.K., M.Sc., menegaskan bahwa kecepatan penanganan ini adalah kunci untuk mencegah jatuhnya korban tambahan. Ia memastikan seluruh personel di lapangan bekerja ekstra hati-hati namun tetap dalam tempo yang cepat.
"Prioritas kami adalah memastikan area pemukiman ini kembali aman sepenuhnya. Tim Gegana sudah bekerja sejak subuh untuk melakukan sterilisasi lokasi. Kami tidak ingin ada risiko sekecil apa pun dari sisa material peledak yang mungkin masih tertimbun di bawah reruntuhan," tegas AKBP Bayu Anuwar Sidiqie saat memantau langsung proses pengamanan.
Kapolres menambahkan, penanganan insiden yang merenggut satu nyawa dan melukai tujuh warga lainnya ini dilakukan secara komprehensif. Selain fokus pada penyelidikan teknis mengenai penyebab ledakan yang diduga berasal dari serbuk petasan, Polres Situbondo juga menyiagakan personel untuk menjaga radius aman agar warga tidak mendekat.
"Kehadiran Tim Gegana dari Polda Jatim sangat penting untuk mendeteksi sensitivitas bahan peledak di lokasi. Setelah dinyatakan steril oleh ahli, barulah tim investigasi mulai mengumpulkan bukti-bukti fisik. Kami bergerak secepat mungkin agar kepastian penyebab tragedi ini segera terungkap," tambah Kapolres.
AKBP Bayu pun menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam musibah ini. Ia memberikan peringatan keras bahwa menyimpan bahan peledak di tengah pemukiman padat penduduk adalah tindakan sangat berbahaya yang berujung pada sanksi hukum berat.
"Kejadian memilukan ini adalah peringatan bagi kita semua. Bahan peledak untuk petasan bukan mainan, apalagi disimpan dalam jumlah besar di rumah. Kami akan mengusut tuntas asal-usul bahan tersebut dan memastikan penegakan hukum berjalan agar tidak ada lagi nyawa yang melayang sia-sia akibat kecerobohan serupa," pungkasnya.
Hingga saat ini, penjagaan ketat masih dilakukan di sekitar lokasi kejadian. Sementara itu, para korban luka, termasuk seorang remaja yang menderita luka bakar kritis, masih dalam penanganan intensif tim medis di RSUD setempat dengan pengawasan dari pihak kepolisian.




